Sosok Bapak Muhamad Tamrin, guru matematika yang menjadi Ayah bagi murid-muridnya.
Klirong, suasana haru menyelimuti GOR SMA Negeri 1 Klirong pada apel perpisahan tanggal 30 April 2026. Seluruh guru, siswa, serta tenaga kependidikan berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir dalam masa pengabdian seorang guru matematika yang begitu dicintai yaitu Bapak Muhamad Tamrin.
Bagi banyak siswa, beliau bukan sekadar guru matematika. Sosoknya dikenal sabar, tegas, penuh perhatian, dan selalu hadir memberikan semangat kepada murid-muridnya. Tidak sedikit siswa yang menganggap beliau seperti sosok seorang ayah bagi murid-muridnya di sekolah, tempat berbagi cerita, meminta nasehat, hingga memperoleh motivasi saat menghadapi kesulitan belajar maupun masalah kehidupan.
Selama mengajar di SMA Negeri 1 Klirong, Bapak Muhamad Tamrin dikenal sebagai guru yang mampu membuat pelajaran matematika terasa lebih mudah dan menyenangkan. Dengan gaya mengajar yang sederhana namun penuh makna, beliau berhasil menanamkan keyakinan bahwa matematika bukanlah pelajaran yang harus ditakuti. Ketelatenan beliau dalam membimbing siswa menjadikan banyak murid merasa nyaman dan percaya diri.


“Ilmu bukan hanya tentang angka dan rumus, tetapi juga tentang kejujuran, kesabaran, dan kerja keras,” pesan beliau yang begitu membekas di hati para siswa.
Perpisahan ini bukanlah akhir dari keteladanan beliau. Sosok Bapak Muhamad Tamrin akan selalu dikenang sebagai guru idola yang tidak hanya mengajarkan matematika, tetapi juga mengajarkan nilai kehidupan. Dedikasi, kasih sayang, dan pengabdiannya akan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya di SMA Negeri 1 Klirong.
Selamat memasuki masa purna tugas, Bapak Muhamad Tamrin. Terima kasih atas semua ilmu, ketulusan, dan cinta yang telah diberikan kepada anak-anak bangsa. Jejak pengabdianmu akan selalu hidup dalam kenangan keluarga besar SMA Negeri 1 Klirong. (Dwi Wurciptaningsih)